waktu bergulir begitu cepat…..saking cepatnya…. tak mampu mengimbangi lajunya
dan akhirnya tersadar, bahwa sudah jauhnya tertinggal.
di penghujung malam ini …. ada sebuah doa terselip dalam tiap bulir air mata. tak dapat dipungkiri
tak ada yang dapat lagi dimintanya selain sebuah ketentraman jiwa yang belum ditemukannya.
bukan berupa harta dan keramaian…tapi karena sekeping hati yang belum ditemukannya.
dia ingin menikah…
bukan sebuah permainan atau hanya mengejar gengsi….bukan karena malu dibilang tak laku
dan bukan karena permintaan kdua orang tuanya yang terus menanyakan hal itu
dia ingin menikah….benar-benar ingin menikah karena ingin mendapatkan ketenangan batin.
menyempurnakan separuh hati yang terserak, mengisi sisa hidup dengan kebahagian dan tentunya
menuntunnya untuk lebih menjadi manusia yang lebih baik.
dia ingin menikah…
banyak kali dia lontarkan perkataan itu pada keluarganya, sahabatnya bahkanorang-orang yang baru dikenalnya.
dan selalu mereka membarikan banyak nasehat…dan tentunya iringan doa baginya.
banyak nasehat mengatakan ” jangan terlalu banyak pilihan atau jangan terlalu milih-milih”
tapi dia termangu…” bagaimana mo milih, jangankan 3 atau 4 orang yang datang, satu aja ga ada…gimana mo
milihnya”:)
atau ada juga nasehat yang mengatakan….”kriterianya jangan tinggi-tinggi ya”…hufff..sebenarnya
dia ingin berujar “seakan-akan aku tak punya kriteria apa-apa tuk seorang calon suami, yang penting seiman
dan mampu mencintainya dengan setulusnya” walaupun harapan yang tinggi-tinggi juga pasti ada tebesit di benaknya.
dan buakn hal yang mudah buatnya menemukan seseorang yang mau menuntunnya, membantunya dan menjadi imam
yang menjadikannya muslimah yang lebih baik.dan dia bukan mencari seorang pangeran, pengusaha, artis atau direktur
dia juga tidak mencari sosok fahri dalam ayat-ayat cinta atau azzam dalam ketika cinta bertasbih.
dia mencari seseorang laki-laki yang dapat menentramakan jiwanya, memelihara agamanya dan memberinya cinta biasa dengan
cara luar biasa.
bukan dia tidak berusaha, dia berusaha…..dia berikhtiar
dia memiliki banyak teman, banyak sahabat…baik yang wanita maupun pria,
terkadang tanpa sadar dia telah masuk ke perangkap “pesona” sang pria. kadang tak ayal dia menyelipkan sebuah harapan
yang tentunya membuatnya semakin jauh dari realita……
” tapi toh harapan itu tak salah” kelitnya dalam hati….dan dia semakin terperosok dalam jurang “pesona” dan “harapan semu”
yang sejatinya di ciptakan olehnya sendiri.
terkadang hanya dari sebuah sms yang mungkin biasa saja…dia merasa berbunga, dia merasa sang pujaan hati merasakan hal
yang sama dengan yang dia rasakan. padahal sang pria hanya mengannggap biasa saja. dan ketika intensitas pengiriman pesan
berkurang…dia gelisah…dan mulai takut jika harus kehilangan semangat dan harapan yang “hanya” dari sebuah sms.
sang pria tentunya tak salah…dia memang tak merasa apa-apa padanya (atau memang sang pria pura2 tak tahu perasaannya).
terkadang dari sebuah pertemuan biasa…dia bertemu dengan seseorang yang dianggapnya sebagai tempat berbagi…
dan dengan sebuah harapan kosong yang dilukiskan sendiri…dia berharap seseorang itu akan sering hadir dalam kehidupannya
sering berbagi dengannya dan sering untuk menghabiskan waktu bersamanya…dan sekali lagi mungkin bukan sang pria yang salah
karena sang pria tak merasa memberikan sebuah harapan dan perasaan padanya.dan sekali lagi hanya karena dia terlalu berpikir sejauh itu…
entahlah…terkadang semakin hari, semakin tak menentu perasaannya…dia terlalu berharap menemukan pendamping hidup secepatnya
dia berharap, seseorang yang ditemuinya baik dari sms, telfon, dunia maya internet bahkan dunia nyata ada yang segera
mengungkapkan perasaannya padanya….
padahal, di dalam kondisi sebenarnya…semua itu hanya biasa…terlalu biasa
dia hanya ingin menikah…secepatnya kalo bisa…
dan terkadang dia berpikir, apakah menikah itu harus jatuh cinta dulu??? karena jika dipikir,
dia akan menerima “tawaran” yang masuk kepadanya(dengan pertimbangan2 krusial tentunya), dan mungkin tanpa banyak menunda
tapi…kembali dia tersadar…apakah semudah itu untuk menikah??? seperti hukum dalam jual beli, jika tawaran menarik harga pas
maka barang tersebut akan segera dibeli????
karena menikah bukan barang….dan menikah bukan hukum jual beli…..jadi tidak akan segampang itu rumusnya..
sekali lagi…dia hanya ingin menikah…
menikah dengan seseorang yang mampu menjadi nakhoda kapal rumah tangganya
menikah dengan seseorang yang mampu lebih mencintaiNya dan mengajarkan apa itu cinta
menikah dengan seseorang yang mampu menjadikan cinta yang biasa menjadi cinta yang luar biasa
menikah dengan seseorang yang mampu membawa ke arah lebih baik
menikah dengan seseorang yang mampu dan mau belajar bersama dan menjalani sisa hidup bersama
menikah dengan seseorang yang mampu mengatakan aku mencintaimu walaupun……..
menikah dengan seseorang yang menjadikanya sempurna dengan cinta yang diberikan kepadanya
dia sadar, dia bukan seseorang yang sempurna, bukan seseorang yang luar biasa….
dan dia juga hanya ingin memiliki seseorang biasa dengan cinta yang luar biasa dan seseorang yang tidak sempurna
namun mencintainya dengan sempurna….
dia hanya ingin menikah…dan dalam tiap air matanya di tiap penghujung malamnya, doa itu terpancar berulang2 dari bibirnya
hingga mimpi pun membangunkan di pagi hari….
dia masih terbangun dengan asa yang sama…dia ingin menikah…
…disadur dari beberapa cerita dan kisah di sebuah malam yang hujan….
nb…saya juga ingin seperti dia menemukan seseorang yang biasa tapi dapat mencintai dengan luar biasa (heehehehe….ngarep.com)
“mencintai adalah mengagumi dengan hati
mengagumi adalah mencintai dengan pikiran
jangan pernah mencintai seseorang dengan kesempurnaannya
tapi jadikanlah dia sempurna
dengan cinta yang kau berikan padanya” (sumber:…lupa..)
============terima kasih semuanya, semoga kisah diatas dapat bermanfaat============


